Rabu, 20 Juli 2011

ANTARA ADA DAN TIADA

Mungkin Abu-abu, mungkin kusam, mungkin samar-samar, adanya tak nampak ujut, tiadanya masih bernafas, susah nak cakap.
Demikian mungkin kondisi Ikatan Panitera/Sekretaris Pengadilan Indonesia yang disingkat dengan IPASPI saat ini, setidaknya menurut pantauan kami. karena tidak ada kegiatan sama sekali, baik kegiatan di pusat maupun di daerah. sehingga dengan demikian Panitera/Sekretaris yang ada di Riau dimanfaatkan oleh IKAHI untuk meramaikan acaranya yang ditaja sekali 3 bulan yang dibungkus dengan acara arisan.
melalui tulisan ini kami minta tanggapan dari rekan-rekan yang masih meyakini akan adanya Ipaspi, apakah wajar kalau Ikahi mengharuskan Panitera/Sekretaris Pengadilan untuk ikut dalam acara Ikahi dengan memaksa membayar Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) untuk biaya konsumsi setiap kali kegiatan, meskipun tidak hadir wajib bayar, pada hal sebelumnya tidak ada konsensus untuk itu antara PD Ikahi dengan PD Ipaspi, apakah hal ini harus kami diikuti ? atau apakah tidak lebih baik kalau Panitera/Sekretaris mengeluarkan uang Rp.100.000,- untuk membenahi organisasinya sendiri yakni IPASPI. ketimbang ikut acara arisan Ikahi. dan lagi apa kepentingannya Panitera/Sekretaris ikut arisan Ikahi, jangan-jangan hanya semacam Pengkambing hitaman Panses saja sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, sementara Anggaran Negara haram dikeluarkan untuk kegiatan diluar POK DIPA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar